Sabtu, 09 Juni 2012

Kinematika Zat Cair


ALIRAN INVISID DAN VISKOS
Aliran invisid adalah aliran dimana kekentalan zat cair, µ, dianggap nol(zat cair ideal). Sebenarnya zat cair dengan kekentalan nol tidak ada di alam, tetapi dengan anggapan tersebut akan sangat menyederhanakan permasalahan yang sangatkompleks dalam hidraulika. Karena zat cair tidak mempunyai kekentalan maka tidak terjadi tegangan geser antara partikel zat cair dan antara zat cair dan bidang batas.Pada kondisi tertentu, anggapan µ=0 dapat diterima untuk zat cair dengan kekentalan kecil seperti air. Aliran Invisid suatu fluida diasumsikan mempunyai viskositas nol. Jika viskositas nol maka kondiuktivitas thermal fluida tersebut juga nol dan tidak akan terjadi perpindahan kalor kecuali dengan cara radiasi. Dalam prakteknya, fluida inviscid tidak ada, karena pada setiap fluida timbul tegangan geser apabila padanya dikenakan juga suatu laju perpindahan regangan.

Aliran viskos adalah aliran di mana kekentalan diperhitungkan (zat cair riil). Keadaan ini menyebabkan timbulnya tegangan geser antara patikel zat cair yang bergerak dengan kecepatan berbeda. Apabila zat cair riil mengalir melalui bidang batas yang diam, zat cair yang berhubungan langsung dengan bidang batas tersebutakan mempunyai kecepatan nol (diam). Kecepatan zat cair akan bertambah sesuaidengan jarak dari bidang tersebut. Apabila medan aliran sangat dalam/lebar, di luar suatu jarak tertentu dari bidang batas, aliran tidak lagi dipengaruhi oleh hambatan bidang batas. Pada daerah tersebut kecepatan aliran hampir seragam. Bagian aliranyang berada dekat dengan bidang batas, di mana terjadi perubahan kecepatan yang besar dikenal dengan lapis batas (boundary layer ). Di daerah lapis batas ini tegangangeser terbentuk di antara lapis-lapis zat cair yang bergerak denga kecepatan berbedakarena adanya kekentalan zat cair dan turbulensi yang menyebabkan partikel zat cair  bergerak dari lapis yang satu ke lapis lainnya. Di luar lapis batas tersebut pengaruhtegangan geser yang terjadi karena adanya bidang batas dapat diabaikan dan zat cair dapat dianggap sebagai zat cair ideal.



Gambar Aliran Viskos dan Inviscid



ALIRAN KOMPRESIBEL DAN TAK KOMPRESIBEL
Semua fluida (termasuk zat cair) adalah kompresibel sehingga rapat massanya berubah dengan perubahan tekanan. Pada aliran mantap dengan perbuhan rapat massa kecil, sering dilakukan penyederhanaan dengan menganggap bahwa zat cair adalah tak kompresibel dan rapat massa adalah konstan. Oleh karena zat cair mempunyai kemampatan yang sangat kecil, maka dalam analisis mantap sering dilakukan anggapan zat cair tak kompresibel. Tetapi pada aliran tak mantap sering dilakukan melalui pipa di mana bisa terjadi perubahan tekanan yang sangat besar, maka kompresibilitas zat cair harus diperhitungkan.

Bila kerapatan massa fluida berubah terhadap perubahan tekanan fluida maka dikatakan aliran bersifat kompresibel. Sedang bila praktis tak berubah terhadap perubahan tekanan yang ada dalam sistem, maka aliran itu dikatakan bersifat tak kompresibel. Zat cair umumnya dapat dianggap mengalir secara tak kompresibel sedang gas secara umum dipandang mengalir secara kompresibel.Walaupu kasus-kasus tertentu mungkin aliran gas dapat pula dipandang sebagai tak kompresibel, yaitu bila perubahan kerapatan massa dalam sistem yang ditinjau praktis dapat diabaikan.


 ALIRAN LAMINER DAN TURBULEN
Aliran fluida mengikuti bentuknya, sewaktu mengalir aliran fluida membentuk suatu jenis / bentuk. Jenis dan bentuk dari pergerakan fluida adalah :
1.     Aliran Laminar
Aliran laminar adalah aliran fluida yang membentuk menyerupai garis lurus. Aliran laminer terjadi apabila partikel-partikel zat cair bergerak teratur dengan membentuk garis lintasan kontinyu dan tidak saling berpotongan. Aliran laminer terjadi apabila kecepatan aliran rendah, ukuran saluran sangat kecil dan zat cair mempunyai kekentalan besar.
2.     Aliran Turbulen
Aliran Turbulen adalah aliran fluida yang tidak membentuk suatu garis lurus. Aliran ini terbentuk ketika menemui hambatan. Aliran dimana pergerakan dari partikel – partikel fluida sangat tidak menentu karena mengalami percampuran serta putaran partikel antar lapisan, yang mengakibatkan saling tukar momentum dari satu bagian fluida kebagian fluida yang lain dalam skala yang besar. Dalam keadaan aliran turbulen maka turbulensi yang terjadi membangkitkan tegangan geser yang merata diseluruh fluida sehingga menghasilkan kerugian – kerugian aliran. Pada aliran turbulen , partikel-partikel zat cair bergerak tidak teratur dan garis lintasannya saling berpotongan. Aliran turbulen terjadi apabila kecepatan aliran besar, saluran besar dan zat cair mempunyai kekentalan kecil. Aliran di sungai, saluran irigasi/drainasi, dan di laut adalah contor dari aliran turbulen.
Aliran yang angka Reynold (Re)-nya besar pada umumnya bersifat turbulen.

Dimana:      ρ : kerapatan fluida
V : Kecepatan
l : panjang karakteristik
μ : viskositas

        (a) Aliran Laminar                (b) Aliran Turbulen


          Gambar Aliran Laminar           Gambar Aliran Turbulen

Dalam bidang keteknikan definisi dari kedua jenis aliran fluida tersebut dapat dilihat pada jet dua dimensi, kincir angin, aliran dalam pipa, dan aliran dalam dua plat sejajar atau aliran tiga dimensi yang lain mempunyai perubahan bilangan Reynolds yang tidak stabil. Aliran yang laminar memiliki bilangan Reynolds yang kecil dan relatif stabil, tetapi pada aliran turbulen bilangan Reynoldnya besar dan relatif berubah pada setiap titiknya. Untuk menjelaskan fenomena aliran turbulen kita dapat melakukan simulasi sehingga dapat dljelaskan karakterisrik aliran turbulen tersebut.
Definisi Turbulen
Untuk menentukan suatu penentuan apakah suatu aliran dikatakan laminar atau turbulen seperti dijelaskan diatas kita dapat menggunakan pendekatan Bilangan Reynolds pada aliran tersebut. Bilangan Reynolds adalah ukuran yang dimiliki aliran mengenai gaya inersia yang diberikan dan gaya viskos yang dimiliki fluida. Apabila dalam lapisan batas aliran tidak terjadi perubahan terhadap waktu dan aliran steady, maka dapat dikatakan aliran tersebut laminar, sebaliknya jika alirannya random dan berubah terus terhadap waktu secara radikal, maka aliran tersebut adalah aliran turbulen atau lebih gampangnya setelah dihitung suatu aliran dikatakan turbulen apabila Bilangan Reynoldnya > 2300. Kecepatan, tekanan dan berbagai sifat lainnya akan berubah menjadi acak dalam aliran turbulen, seperti dapat dilihat pada grafik dibawah ini :


Grafik Aliran vs Tekanan Grafik Variasi Kecepatan pada aliran turbulen



Karakteristik aliran turbulen dapat dilakukan komputasi, dengan persamaan menggunakan kecepatan rata-rata U dan fluktuasi dari u’(t) sehingga persamaan kecepatan aliran menjadi :




Secara umum, karakteristik dari aliran turbulen ini dinotasikan sebagai kecepatan rata-rata (U,V,W,P dan lainnya) dan kecepatan yang berfluktuasi (y’,v’,w’,p’ dan lainnya).

Transisi dari Aliran Laminar ke Turbulen
Penyebab suatu aliran laminar berubah menjadi aliran turbulen adalah ketika stabilitas pada aliran laminar mengalami sedikit gangguan (gaya) yang diberikan sehingga aliran tersebut menjadi tidak stabil. Untuk menjelaskan fenomena tersebut terdapat teori hydrodynamic instability yang digunakan untuk menganalisis aliran transisi ini. Suatu aliran dengan kecepatan tertentu, didalamnya terdapat titik perubahan dapat terlihat pada Gambar 2(a). Aliran ini tidak stabil karana gangguan yang diberikan dan jika dihitung Reynolds angkanya cukup besar. Ketidakstabilan ini dapat diidentifikasi pertama tentang aliran yang invicid oleh sebab itu tipe aliran seperti ini disebut aliran inviscid instability.tipe aliran seperti ini terjadi pada aliran jet, baling-baling, dan lapisan batas antara dua plat sejajar dengan gradien temperatur yang berlawanan. Aliran dengan kecepatan yang laminar tanpa adanya point of inflexion disebut viscous instability. Pendekatan tentang aliran tipe ini dapat didekati dengan beberapa aliran seperti aliran disepanjang dinding yang solid seperti pipa, dan lapisan batas tanpa adanya gradien tekanan balik.




ALIRAN MANTAP DAN TAK MANTAP
Aliran mantap (steady flow) terjadi jika variabel dari aliran (seperti kecepatanV, tekanan p, rapat massa r, tampang aliranA, debit Q, dsb) disembarang titik pada zat cair tidak berubah dengan waktu.
Aliran tak mantap (unsteady flow) terjadi jika variabel aliran pada setiap titik berubah dengan waktu. Contoh aliran tak mantap adalah perubahan debit di dalam pipa atausaluran, aliran banjir di sungai, aliran di estuari (muara sungai) yang dipengaruhi pasang surut. Analisis dari aliran ini adalah sangat kompleks, biasanya penyelesainnya dilakukan secara numerik dengan menggunakan komputer.


ALIRAN SERAGAM DAN TAK SERAGAM
Aliran disebut seragam (uniform flow) apabila tidak ada perubahan besar dan arah dari kecepatan dari satu titik ke titik yang lain di sepanjang aliran. Demikian juga dengan variabel-variabel lainnya seperti tekanan, rapat massa, kedalaman, debit, dsb. Aliran di saluran panjang dengan debit dan penampang tetap adalah contoh dari aliran seragam. Aliran  seragam  merupakan aliran yang  tidak berubah berubah menurut menurut tempat tempat.  Konsep Konsep aliran seragam dan aliran kritis sangat diperlukan dalam peninjauan aliran berubah dengan cepat atau berubah lambat  laun. Perhitungan kedalaman kritis dan kedalaman normal sangat  penting  untuk  menentukan perubahan  permukaan  aliran akibat gangguan  pada aliran.
Aliran tak seragam (non uniform flow) terjadi jika semua variabel aliran berubah dengan jarak. Contoh dari aliran tak seragam adalah aliran di sungai atau di saluran di daerah dekat terjunan atau bendung.


ALIRAN 1D, 2D, 3D
Dalam aliran satu dimensi (1-D), kecepatan di setiap titik pada tampang lintang mempunyai besar dan arah yang sama. Sebenarnya jenis aliran semacam ini sangat jarang terjadi. Tetapi dalam analisa hidraulika, aliran tiga dimensi dapat disederhanakan menjadi satu dimensi berdasarkan beberapa anggapan, misalnya mengabaikan perubahan kecepatan vertikal dan melintang terhadap kecepatan pada arah memanjang. Keadaan pada tampang lintang adalah nilai rerata dari kecepatan, rapat massa, dan sifat-sifat lainnya. Aliran satu dimensi jika parameter aliran (seperti kecepatan, tekanan, kedalaman, dll) pada suatu saat tertentu dalam waktu hanya bervariasi dalam arah aliran dan tidak di seluruh penampang. Flow mungkin goyah, dalam hal ini parameter berbeda dalam waktu tetapi masih belum di seluruh penampang. Contoh aliran satu dimensi adalah aliran dalam pipa .

Dalam aliran dua dimensi (2-D), semua partikel dianggap mengalir dalam bidang sepanjang aliran, sehingga tidak ada aliran tegak lurus pada bidang tersebut. Untuk aliran di saluran yang sangat lebar, misalnya di pantai, maka anggapan aliran dua dimensi mendatar adalah lebih sesuai. Aliran dua dimensi jika dapat diasumsikan bahwa parameter aliran bervariasi dalam arah aliran dan dalam satu arah di sudut kanan ke arah ini. Arus dalam aliran dua dimensi melengkung garis pada pesawat dan adalah sama pada semua pesawat paralel. Contohnya adalah aliran atas musuh bendung arus yang khas.

Aliran kritis merupakan kondisi aliran yang dipakai sebagai pegangandalam menentukan dimesi bangunan ukur debit. Pada kondisi tersebut, yang disebutsebagai keadaan aliran modular bilamana suatu kondisi debutnya maksimum danenergi spesifiknya adalam minimum.Fenomena aliran modular pada pintu yang diletakkan di atas ambang untuk satu energi spesifik yang konstan (E0) dapat diidentifikasi melalui 3 (tiga) kondisiseperti berikut :Gambar 9. Hubungan antara debit dan tinggi air pada kondisi energi spesifik konstanAliran subkritis dan aliran superkritis dapat diketahui melalui nilai bilangan Froude (F) . Bilangan Froude tersebut membedakan jenis aliran menjaditiga jenis yakni: Aliran kritis, Subkritis dan superkritis (Queensland Department of  Natural Resources and Mines, 2004). Ketiga jenis aliran dapat dijelaskan sebagai berikut:
15
http://htmlimg2.scribdassets.com/4w6hgjyz7k9611z/images/15-709d6c16cd.jpg
g.
aliran rotasional dan tak rotasional
Aliran rotasional terjadi apabila setiap partikel zat cair mempunyaikecepatan sudut terhadap pusat massanya. Partikel zat cair akan berotasi apabiladistribusi kecepatan tidak merata. Pada aliran tak rotasional, distribusi kecepatan didekat dinding batas merata sehingga partikel zat cair tersebut tidak berotasi terhadap pusat massanya.
8.Aliran Kritis, Subkritis dan Superkritis
Aliran kritis merupakan kondisi aliran yang dipakai sebagai pegangandalam menentukan dimesi bangunan ukur debit. Pada kondisi tersebut, yang disebutsebagai keadaan aliran modular bilamana suatu kondisi debutnya maksimum danenergi spesifiknya adalam minimum.Fenomena aliran modular pada pintu yang diletakkan di atas ambang untuk satu energi spesifik yang konstan (E0) dapat diidentifikasi melalui 3 (tiga) kondisiseperti berikut :Gambar 9. Hubungan antara debit dan tinggi air pada kondisi energi spesifik konstanAliran subkritis dan aliran superkritis dapat diketahui melalui nilai bilangan Froude (F) . Bilangan Froude tersebut membedakan jenis aliran menjaditiga jenis yakni: Aliran kritis, Subkritis dan superkritis (Queensland Department of  Natural Resources and Mines, 2004). Ketiga jenis aliran dapat dijelaskan sebagai berikut:
15
Aliran tiga dimensi (3D) komponen kecepatan ditinjau pada koordinat ruang X,Y,Z yaitu u,v,w. 


ALIRAN KRITIS, SUBKRITIS, DAN SUPERKRITIS

Aliran kritis merupakan kondisi aliran yang dipakai sebagai pegangandalam menentukan dimesi bangunan ukur debit. Pada kondisi tersebut, yang disebutsebagai keadaan aliran modular bilamana suatu kondisi debutnya maksimum danenergi spesifiknya adalam minimum.
Fenomena aliran modular pada pintu yang diletakkan di atas ambang untuk satu energi spesifik yang konstan (E0) dapat diidentifikasi melalui 3 (tiga) kondisiseperti berikut :



Gambar Hubungan antara debit dan tinggi air pada kondisi energi spesifik konstan


Aliran subkritis dan aliran superkritis dapat diketahui melalui nilai bilangan Froude (F) . Bilangan Froude tersebut membedakan jenis aliran menjaditiga jenis yakni: Aliran kritis, Subkritis dan superkritis (Queensland Department of  Natural Resources and Mines, 2004). Ketiga jenis aliran dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Aliran kritis, jika bilangan Froude sama dengan 1 (Fr = 1) dan gangguan permukaan (cth: riak yang terjadi jika sebuah batu di lempar ke dalam sungai)tidak akan bergerak/menyebar melawan arah arus.
b) Aliran subkritis, jika bilangan Froude lebih kecil dari 1 (Fr<1). Untuk aliransubkritis, kedalaman biasanya lebih besar dan kecepatan aliran rendah (semua riak yang timbul dapat bergerak melawan arus). Kecepatan air < kecepatangelombang hulu aliran dipengaruhi pengendali hilir.

c) Aliran superkritis, Jika bilangan Froude lebih besar dari 1 (Fr>1). Untuk aliransuperkritis kedalaman relatife lebih kecil dan kecepatan relative tinggi (segala riak yang ditimbulkan dari suatu gangguan adalah mengikuti arah arus. Kecepatan air > kecepatan gelombanghulu aliran tidak dipengaruhi pengendali hilir.

Gambar Gelombang Kritis, Subkritis, dan Superkritis



Contoh penerapan aliran kritis, subkritis dan superkritis yaitu Aliran Melalui Pintu Sorong / Gerak. Kondisi aliran melalui pintu sorong (Sluice gate) akan tampak jelas apakah dalam kondisi aliran bebas atau tenggelam, tergantung dari kedalaman air di hilir pintu yang secara bergantian ditentukan oleh kondisi aliran dihilir pintu tersebut. Kondisi aliran bebas ( free flow) dicapai bila aliran di hulu pintu adalah sub kritis, sedangkan aliran di hilir pintu adalah super kirtis.

Kamis, 31 Mei 2012

Panduan Bab 2 Tugas Akhir

2.     BAGIAN  AWAL


2.1    Sampul  
Sampul (cover) berisi logo Polines, judul tugas akhir, subjudul tugas akhir (bila ada) nama dan  nomor induk mahasiswa, nama lembaga, dan tahun pembuatan. Sampul dibuat dalam hard cover laminating kertas linen dengan warna jurusan (Tabel 1).

Tabel  1. Warna Sampul Tugas Akhir Program Diploma III dan IV
No.
Jurusan
Warna

Teknik Sipil
Coklat muda

Teknik Mesin
Biru

Teknik Elektro
Merah

Akuntansi
Kuning

Administrasi Niaga
Kuning

Untuk memberikan gambaran pola penyajian sampul tugas akhir dapat dilihat dalam gambar berikut.

 

RENCANA PELAKSANAAN
JARINGAN IRIGASI SEKUNDER DAN BANGUNAN B.BKI.I-B.BKr.1C
DAERAH IRIGASI BODRI KABUPATEN KENDAL JAWA TENGAH



TUGAS AKHIR

Diajukan untuk melengkapi syarat kelulusan Diploma III


                                                            Disusun oleh
                                                                                              
PUTRIANA CHOMSATI
 N I M    3.12.10.0.18


PROGRAM STUDI KONSTRUKSI SIPIL
JURUSAN  TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2008

Gambar 1. Contoh Penyajian Sampul

Dalam sampul itu ditetapkan ketentuan-ketentuan berikut.
a.       Logo Polines diletakkan pada bagian tengah atas dengan diameter  4 cm.
b.      Judul tugas akhir ditulis dengan huruf kapital, cetak tebal, dan ukuran 16-18;
c.       Di bawahnya ditulis kata tugas akhir dengan huruf kapital, cetak tebal, dan ukuran 14-16 , diikuti  baris berikutnya pernyataan  Diajukan untuk melengkapi syarat kelulusan Diploma III (atau  IV) dengan huruf kapital, cetak tebal, dan ukuran 12.
d.      Di bawahnya ditulis kata Disusun oleh (tanpa titik dua) dengan huruf kapital, cetak   tebal, dan ukuran 12, diikuti baris berikutnya ditulis nama lengkap dan NIM dengan huruf kapital, cetak tebal, dan ukuran 12.
e.       Pada bagian halaman bawah ditulis nama progam studi, jurusan, dan Polines dengan huruf kapital, cetak tebal, dan ukuran 12.
f.       Jarak spasi antarbagian sampul disesuaikan sesuai dengan kondisi judul masing-masing

2.2   Judul
Judul ditulis pada kertas putih dengan format yang sama dengan sampul.

2.3   Bukti Persetujuan
Bukti persetujuan digunakan untuk membubuhkan tanda tangan dosen pembimbing utama dan pembimbing pendamping tugas akhir, sebagai tanda bahwa mereka telah menyetujui isi dan format tugas akhir tersebut. Bukti  persetujuan ini memuat pernyataan persetujuan, judul tugas akhir, tanggal persetujuan, tanda tangan dosen pembimbing, nama pembimbing, dan NIP dosen pembimbing masing-masing (Gamabar 2).

BUKTI  PERSETUJUAN

            Tugas akhir berjudul  Rencana Pelaksanaan Jaringan Irigasi Saluran Sekunder dan Bangunan B.BKI.1-B.BKr.1C Daerah Irigasi Bodri Kabupaten Kendal Jawa Tengah  telah disetujui pembimbing tanggal.... 

                                                                                                                                      

            Dosen Pembimbing Utama,                            Dosen Pembimbing Pembantu,

           
            Risman, S.T., M.T.                                          Ir. Tedjo Mulyono, S.T., M.T.
 NIP 196205221988031001                            NIP 1964090719993031001 

Gambar 2.  Contoh Penyajian Persetujuan

2.4    Bukti Pengesahan
Bukti pengesahan dimaksudkan untuk menyatakan bahwa tugas akhir tersebut telah dipertahankan pada ujian wawancara dan diterima sebagai syarat akhir studi di Polines, kemudian disahkan oleh ketua jurusan (Gambar 3). Bukti pengesahan itu memuat hal-hal berikut, yaitu:
a.       pernyataan  bahwa tugas akhir tersebut telah dipertahankan pada ujian wawancara dan diterima sebagai suatu syarat keluliusan diploma di Polines;
b.      tanggal  ujian, tanda tangan, nama,  dan NIP tim penguji;
c.       pengesahan oleh ketua jurusan.
BUKTI   PENGESAHAN

Tugas akhir berjudul Rencana Pelaksanaan Jaringan Irigasi Saluran Sekunder
dan Bangunan B.BKI.1-B.BKr.1C Daerah Irigasi Bodri Kabupaten Kendal
Jawa Tengah telah dipertahankan dalam ujian dan diterima sebagai syarat
kelulusan Diploma III di Politeknik Negeri Semarang pada  tanggal  7 Oktober
2008.

Tim Penguji,
            Penguji I,                               Penguji II,                                 Penguji III,


     Ir. Tedjo Mulyono, S.T., M.T. Hartono, SST.                    Karnawan Joko,S.T., M.T.
     NIP1964090719993031001    NIP 195401051984031002NIP  96407251990031002

            Ketua,                                                                         Sekretaris,


            Risman, S.T., M.T.                                                      Warsiti,S.T.,M.T..
            NIP NIP 196205221988031001                                 NIP  196203121988032002
                                                            Disahkan oleh,
                                                            Ketua Jurusan Teknik Sipil

                                                            Sukardi, S.T.
                                                            NIP 195506071988031001

Gambar 3. Contoh Penyajian Pengesahan

2.5  Motto dan Persembahan
Motto dan persembahan bersifat mansuka, artinya dapat ditulis atau tidak. Motto merupakan pernyataan bijak (kiat) dalam kehidupan yang berkaitan dengan penulisan tugas akhir. Persembahan berupa pernyataan yang merujuk kepada siapa tugas akhir dipersembahkan.  Motto atau persembahan yang disajikan hanya terbatas pada penulisan tugas akhir bukan bersifat umum (menyeluruh) sehingga tidak berlebihan
(Gambar 4). Motto dan persembahan dibuat dalam satu halaman.
MOTTO
Sesungguhnya barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu akan dimudahkan jalan menuju surga (HR B. Muslim).

Hidup tanpa buah karya adalah hidup tanpa faedah.

                                             PERSEMBAHAN
                                                                                                  
Karya ini kupersembahkan kepada Bapak dan Ibuku yang tercinta dan  temanku terdekat.
           

Gambar 4.  Contoh Penyajian Motto dan Persembahan


2.6   Abstrak
Abstrak merupakan rangkuman singkat isi  tugas akhir, artikel, atau  laporan penelitian yang diungkapkan secara lengkap dan jelas. Bagian ini berisi batasan masalah, tujuan, metode, dan hasil (simpulan) yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris tidak lebih dari 250 kata. Abstrak harus disajikan dalam paragraf-paragraf yang informatif, faktual, dan menggugah minat pembaca untuk melihat penjelasan  yang lebih rinci pada isi tugas akhir (Gambar 5).
           
ABSTRAK
Sistem perawatan tanki sodium pada unit produksi di Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap sebelumnya dilakukan dengan cara mengosongkan tangki, kemudian mengeluarkan lumpur dari dasar tangki. Lumpur dikeluarkan dengan cara dicangkul, atau jika sudah benar-benar mengeras, lumpur tersebut dibor terlebih dahulu, baru dikeluarkan. Pekerjaan tersebut dapat menghambat jalannya kinerja pihak Pertamina, karena selama perawatan berlangsung, produksi dihentikan. Oleh sebab itu, suatu perencanaan ulang instalasi (re­instalation) yang lebih efektif perlu dilakukan dengan pemasagan valve (katup pembuangan) yang ditempatkan di bawah tangki. Dengan instalasi ulang ini, pelaksanaan perawatan tangki akan lebih mudah dibandingkan dengan cara perawatan yang dilakukan pihak Pertamina sebelumnya. Katup pembuangan ini berfungsi untuk membuang air yang tercampur dengan lumpur sebelum mengeras atau mengendap di bagian dasar tangki. Lumpur tersebut bisa dikeluarkan secara periodik (berkala) tanpa mengganggu kinerja pihak Pertamina.

Gambar 5.  Contoh Penyajian Abstrak dalam bahasa Indonesia

2.7   Prakata
Prakata berisi maksud penulisan tugas akhir,  hambatan-hambatan,  beserta penyelesaian dari hambatan yang ada, ucapan terima kasih, dan harapan. Diikuti dengan tempat, tanggal, bulan, dan tahun pembuatan. Di bawahnya ditulis nama penulis tugas akhir dengan huruf kapital.

Perlu ditegaskan bahwa ucapan terima kasih hanya diberikan kepada pihak-pihak yang berhubungan langsung dengan  penyelesaian tugas akhir, seperti ketua jurusan, ketua program studi, pembimbing, pihak tertentu yang secara khusus membantu penyelesaian tugas akhir.  Selebihnya cukup dikatakan pihak-pihak yang membantu penyelesaian tugas akhir baik langsung maupun tidak langsung.

2.8  Daftar Isi
Bagian ini memuat bagian awal, bagian utama yang berupa judul bab, sub-subbab, dan anak subbab, serta bagian akhir. Setiap penyebutan bab, subbab, dan anak subbab diikuti  nomor halaman dengan angka Arab. Bagian awal, judul bab, bagian akhir ditulis dengan huruf kapital. Penulisan judul subbab dan anak subbab diawali dengan huruf kapital, kecuali kata tugas (seperti yang, dari, dan pada) ditulis dengan  huruf kecil (Gambar 6) .

Jarak spasi antarbaris satu, kecuaai  jarak baris pergantian antara akhir subbab dan bab dua spasi.




DAFTAR ISI
                                                                                                                        Halaman




JUDUL…………………………………………………………………..              i
BUKTI PERSETUJUAN ……………………………………………...             ii
BUKTI PENGESAHAN ..……………………………………………..                      iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN………………………………..……                      iv
ABSTRAK………………………………………………………………                       v                       PRAKATA/KATA PENGANTAR ……………………………….......             vi
DAFTAR ISI………………………………………………………........                     vii
DAFTAR TABEL………………………………………………........…                   viii
DAFTAR GAMBAR……………………………………………….......                      ix
DAFTAR SINGKATAN …………………………………………........                      x
DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………...                         xi

1. PENDAHULUAN
    1.1  Latar Belakang Masalah…………………………………..         .........                1
    1.2  Pembatasan Masalah .....................................................................                    2
    1.3  Tujuan Penulisan ...........................................................................                   2
    1.4  Metode Penulisan ..........................................................................                   3
    1.5  Sistematika Penulisan ..................................................................                     5

2. MANAJEMEN PROYEK
    2.1  Gambaran Umum Proyek..............................................................                    7
    2.2  Struktur Organisasi Proyek...........................................................                     7
            2.2.1  Pemilik Proyek..................................................................                     8
            2.2.2  Konsultan Perencana ........................................................                     9
            2.2.3  Konsultan Pengawas.........................................................                     10
             2.2.4   Kontraktor........................................................................                   11
             2.2.5   Hubungan Kerja ..............................................................                    12
    2.3   Struktur Organisasi Lapangan ....................................................         13

3. PELAKSANAAN PROYEK
     3.1. Pekerjaan Persiapan ....................................................................                    15  
            3.1.1 Pekerjaan Pengukuran.......................................................                     15            
            3.1.2 Perbersihan Lokasi............................................................                     16
            3.1.3 Papan Nama .....................................................................                     17
            3.1.4 Papan Duga ......................................................................                     18
            3.1.5  Pembuatan Direksi Keet..................................................                       19
            3.1.6  Administrasi dan Dokumentasi........................................                      21
            3.1.7 Penyedia Air Bersih.........................................................                       25
            3.1.8  Mobilisasi........................................................................                      27
    3.2  Pekerjaan Konstruksi...................................................................                     28
            3.2.1  Pekerjaan Tanah ..............................................................                     30
            3.2.2  Pekerjaan Pasangan ........................................................                      35
            3.2.3  Pekerjaan Beton...............................................................                      40
            3.2.4  Pekerjaan Pintu................................................................                      47
            3.2.5  Pekerjaan Bangunan Bagi Sadap.....................................                       49
            3.2.6  Pekerjaan Corongan .......................................................                       54
            3.2.7  Finishing..........................................................................                     58
      3.3  Pekerjaan Lain-lain...................................................................                      63
            3.3.1  Pekerjaan Nomenklatur..................................................                       67
            3.3.2  Pekerjaan Peil Scale .......................................................                      73
            3.3.3  Patok Hektometer ..........................................................                       76
            3.3.4  Asuransi .........................................................................                      79
            3.3.5  Demobilisasi ..................................................................                       82
4.  RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN
      4.1  Rekapitulasi Akhir .....................................................................                    83
      4.2  Rekapitulasi Awal ......................................................................                    85
     .4.3  Bill of Quantity ..........................................................................                    87
      4.4  Analisis Sumber Daya Alat dan Harga Satuan .........................                      98
      4.5  Daftar Harga dan Satuan.............................................................                    101
      4.6  Perhitungan Volume ..................................................................                    105

5.   PENGENDALIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
      5.1  Pengendalian Biaya dan Waktu..................................................                    120
            5.1.1 Rencana Kerja ..................................................................                     125
            5.1.2 Kurva S ............................................................................                     128
            5.1.3  Arus Kas Pembiayaan .....................................................                      130
            5.1.4  Network Planning ...........................................................                      134
      5.2  Pengendalian Alat, Material, dan Tenaga Kerja ........................                      137
            5.2.1  Pengendalian Alat ...........................................................                      139
            5.2.2  Pengendalian Material.....................................................                       144
            5.2.3  Pengendalian Tenaga Kerja............................................                        147
      5.3  Pengendalian Mutu Pekerjaan ..................................................                      150
            5.3.1  Uji Kepadatan ................................................................                       154
            5.3.2  Uji Sand Cone.................................................................                      158
      5.5  Pekerjaan Administrasi ............................................................                      160
            5.5.1 Notulen Pembangunan ....................................................                       163
            5.5.2  Laporan Harian ..............................................................                       168
            5.5.3  Laporan Bulanan ............................................................                      173
            5.5.4  Daftar Hadir Kerja Bulanan ...........................................                       179
      5.6  Pengawasan ..............................................................................                     182
            5.6.1  Pengawasan Kerja  Sendiri.............................................                        185
            5.6.2  Pengawasan /Kontrol .....................................................                       187
      5.7  Pekerjaan Pemeliharaan /Pencegahan......................................                       190
                   5.8  Daftar Pemeriksaan .................................................................                     192
                        5.8.1 Sebelum Pekerjaan Dimulai............................................                        195
                        5.8.2  Selama Proyek Berlangsung ..........................................                        197
                        5.8.3  Setelah Pekerjaan selesai................................................                       199
            
 6.  PENUTUP
                  6.1  Simpulan ..................................................................................                     200
                  6.2  Saran.........................................................................................                     201
           
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................                       202
           
LAMPIRAN ........................................................................................                      204


Gambar 6.  Contoh Penyajian Daftar Isi


2.9     Daftar Tabel dan Gambar
Daftar tabel dan gambar dibuat apabila tabel terdiri dari lebih dari tiga gambar, tabel, atau grafik dalam naskah tugas akhir Daftar tabel dan gambar memuat nomor tabel/gambar, judul (setiap kata diawali huruf kapital, kecuali kata tugas), dan  halaman gambar atau  tabel (Gambar 7 dan 8).

DAFTAR   TA B E L
    Halaman
Tabel   1   Fungsi-fungsi Alternatif Port 3 Mikrokontroler ...................................       8
Tabel   2   Pembagian RAM Internal Bagian Bawah...........................................       18
Tabel   3   Fungsi Bassel ....................................................................................        27
Tabel   4   Kelompok  Frekuensi.........................................................................        30
Tabel   5   Fungsi Pin 1C TP5088............................................................. .............     33
Tabel   6   Tabel Kebenaran DTMF TP5088............................................ .............     34
Tabel   7   Pengukuran Rangkaian Enkoder DTMF TP5088.......................... .......    73

Gambar  7.   Contoh Penyajian Tabel


DAFTAR GAMBAR
                                                                                                                        Halaman
Gambar  1 Struktur Organisasi Proyek ................................................................     11
Gambar  2 Struktur Organisasi Lapangan ...........................................................      12
Gambar  3 Site Plan Proyek ...................................................................................      13
Gambar  4 Titik Duga Dengan Tiang Beton ..........................................................     14
Gambar  5 Tampak Dan Denah Pos Keamanan .....................................................     15
Gambar  6  Denah Direksi Keet, Gudang, dan Barak Pekerja ..............................    16
Gambar  7 Tampak Direksi Keet .........................................................................     17
Gambar  8 Papan Nama Proyek............................................................................     17
Gambar  9 Pagar Pengaman dan Pintu Gerbang ....................................................     19
Gambar 10 Bowplank ................................................................................................    25

Gambar 8. Contoh Penyajian Daftar Gambar

2.10  Daftar Singkatan Istilah Teknis
Apabila dalam naskah tugas akhir digunakan lebih dari lima singkatan istilah teknis yang digunakan lebih dari  tiga, maka daftar arti singkatan atau istilah harus dibuatkan. Daftar disusun secara  alfabetis dan diberi kata perpanjangannya (Gambar 9).

DAFTAR LAMBANG
I        = arus listrik                                                                                           [Ampere]
E       = beda potensial                                                                                     [Volt]
R      = resistansi                                                                                              [Olun]
G      = berat logam terdeposisi                                                                       [gram]
Ar     = massa atom relatif
Mr    = massa molekul relatif
t        = waktu                                                                                                  [detik]
i        = rapat arus                                                                                             [Ampere/drn2]
v       = volume                                                                                                [m3]
A      = luas                                                                                                      m2
P      = massa jenis                                                                                           [Kg/m3]
W     = berat nyata endapan pada katoda                                                        [gram]
W'    = berat teoritis sesuai hokum Faraday                                                    [gram]

Gambar  9. Contoh Penyajian Daftar Singkatan Istilah Teknis

2.11   Daftar Lampiran
Daftar lampiran dibuat bila dalam naskah tugas akhir  terdapat lebih dari tiga lampiran  harus dibuat daftar lampiran yang memuat nomor, judul, dan atau tanpa halaman lampiran tersebut (Gambar 10).

DAFTAR LAMPIRAN
                                                                       Halaman
Lampiran 1         Tabel Massa Atom  ....................................................................     134
Lampiran 2         Tabel Massa Jenis Logam...........................................................     138
Lampiran 3         Momen Tahanan Profil l.............................................................     140
Lampiran 4         Momen Inersia Penampang........................................................      143
Lampiran 5         Sifat Minimum Logam Las.........................................................     147
Lampiran 6         Tingkat Kekesaran......................................................................     150
Lampiran 7         Skema Rangkaian Power Supply...............................................      154
Lampiran 8         Hasil Pelapisan...........................................................................      158
                       
Gambar  10. Contoh Penyajian Daftar Lampiran